Tahapan dalam Konstruksi Bangunan rumah

Membangun Rumah

Membangun rumah, tentunya membutuhkan tahap-tahan agar rumah dapat berdiri sebagai mestinya. Apalagi bagi Anda yang baru memutuskan untuk membangun rumah, kemungkinan besar memiliki banyak pertanyaan apa saja yang harus dilakukan. Untuk Anda yang ingin membangun rumah, perlu Anda ketahui bahaw dalam proses membangun rumah memerlukan banyak waktu, tenaga, dan biaya. Selain itu juga, masih banyak yang harus Anda pertimbangkan. Nah, untuk kali ini akan dibahas mengenai tahapan dalam membangun rumah. Apa saja tahapan dalam konstruksi bangunan rumah? Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini:

Membuat pondasi

Tahapan awal dalam konstruksi bengunan rumah adalah membuat pondasi. Sebelum pekerjaan pondasi ini dilakukan, tentunya Anda harus mengali tanah terlebih dahulu. Seberapa kuat pondasi yang diinginkan tergantung dengan kedalama yang digali oleh Anda untuk pondasi. Pondasi yang dibuat harus disesuaikan dengang rencana awal dan harus disesuaikan. Untuk mendapatkan pondasi yang lurus, Anda dapat menggunakan alat bantu berupa benang. Dengan benang ini, Anda akan mengikutinya. Selain itu, untuk membuat pondasi diperlukan batu kali atau batu karang agar lebih kuat dengan ditambah adukan semen dan pasir. Membuat pondasi dapat gagal ketika cuaca tidak mendukung seperti hujan, karena galian tanah akan terisi air. Oleh karena itu, sebaiknya ketika cuaca terlihat mau hujan untuk menutup bagian yang akan dipondasi. Begitu juga, ketika sudah dipondasi untuk menutupinya agar tidak terkena air hujan.

Membuat atap rumah

Tahap selanjutnya yang harus dilakukan setelah rumah terlihat hampir jadi adalah dengan membuat atap rumah. Untuk membuat atap rumah agar cepat selesai ada baiknya untuk dikerjakan dengan cara gotong royong. Nah, untuk mempermudah membuat atap rumah dengan hasil yang cepat adalah dengan menggunakan atap baja ringan. Menggunakan atap baja ringan lebih mudah dan hasilnya lebih cepat. Lain halnya dengan Anda menggunakan kayu sebagai media untuk atap rumah seperti kayu reng dan kasau yang memiliki bobot sangat berat sehingga membutuhkan lebih kurang 3 orang untuk mengangkatnya. Tahap membuat atap ini sangat penting agat tidak kepanasan dan kehujanan. Untuk melakukan pengatapan ini sebaiknya untuk lebih berhati-hati agar tidak ada cela yang bocor.

Melakukan plesteran pada bagian dinding

Tak kalah pentingnya setelah tahap membuat pondasi selesai dan membuat atap, tahap selanjutnya dengan melakukan plester pada bagian dinding agar telihat lebih baik. Untuk mendapatkan hasil dinding yang rapi dan halus, tentunya Anda harus melakukan plesteran dan pengerjaan mengaci. Untuk mendapatkan plesteran yang halus sebaiknya, gunakan pasir dan semen yang baik. Pasir yang halus dan semen yang bermerek. Dengan menggunakan pasir halus, akan mendapatkan hasil plesteran yang baik. Untuk mendapatkan hasil plesteran yang baik, Anda harus melakukannya dengan cara rata jangan sampai kropos, pertimbangkan juga ketebalan dari plesteran, dan lakukan penyiraman lebih kurang selama satu minggu agar tidak terjadi keretakan pada dinding.

Melantai rumah

Setelah melakukan plesteran selanjutnya melantai bagian bawah. Melantai rumah sama halnya dengan melakukan plesteran, bahan yang digunakan juga sama yaitu semen dan pasir. Untuk mendapatkan lantai yang halus tanpa menggunakan keramik, tentunya harus dilakukan acian. Untuk mendapatkan acian yang halus, tentunya dibutuhkan banyak semen. Jika Anda memutuskan untuk melantai rumah dengan cara memasang keramik, sebaiknya jangan dilakukan pengacian terlebih dahulu.

Demikianlah tahapan-tahapan dalam konstruksi bangunan rumah. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan jasa arsitek dan kontraktor, sebaiknya jangan untuk lepas tangan, tapi cobalah untuk sekali-kali melihat pekerjaannya.

Tips Membangun Rumah di Lahan Sempit

Lokasi di tengah kota, dekat dengan fasilitas umum, tidak rawan banjir, dan aman dari tindak kriminal, kenapa tidak diambil? Tapi, tidak begitu luas? Diambil atau tidak? Sebaiknya diambil karena sulit untuk mencari lokasi dengan kriteria demikian di zaman sekarang. Jika masalahnya karena lahan cukup sempit untuk dibangun rumah, coba lihat tipsnya di bawah 😀

Membangun Rumah di Lahan Sempit

Lahan kita kian hari makin sedikit. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat harga beli lahan makin melonjak. Mereka yang punya dana minim, terpaksa membeli lahan yang pas-pasan sesuai dengan kondisi kantong di samping karena lokasi punya prospek pembangunan, berada di area tinggi sehingga tidak banjir, dsb. Tidak perlu berkecil hati untuk membangun rumah di lahan sempit, berikut solusi yang bisa dipertimbangkan:

Jangan buat dinding penyekat

Interior rumah, sebaiknya tidak dibuat dinding penyekat utamanya antara ruang tamu dengan ruang keluarga atau dapur dengan ruang makan. Mengapa? Terlalu banyak sekat makin membuat rumah jadi bertambah sempit dan pengap. Kalau tidak terlalu nyaman akan hal ini, buat sekat non permanen seperti dari gorden tipis untuk sekedar menghalangi pemandangan utuh ruangan satu dengan lainnya. Untuk menambah kesan luas, pilih cat dinding dengan warna terang salah satunya putih. Solusi lainnya adalah dengan menempatkan cermin pada ruangan yang dianggap kecil. Bisa juga menggunakan dinding dari kaca.

Jangan ragu ditingkat

Rumah sudah mentok, tidak bisa ditambah ke depan, samping, atau belakang. Solusinya adalah dengan meningkatkan rumah. Agar lebih kokoh, sebelumnya harus membuat pondasi beton yang berkualitas cocok untuk rumah bertingkat. Untuk tangga menuju lantai atas, gunakan tangga melingkar. Selain artistic, tangga melingkar lebih hemat tempat. Namun, sangat menghawatirkan jika punya anak kecil. Sebaiknya, kamar anak ditempatkan di bawah saja kalau cukup ruang. Banyaknya tingkatan rumah disesuaikan dengan banyaknya anggota keluarga serta budget yang dimiliki.

Jangan takut buat atap datar

Kalau biasanya atap rumah berbentuk prisma, tidak usah takut kalau rumah Anda memiliki atap datar. Atap datar nyatanya lebih fungsional. Atap yang datar bisa dijadikan sebagai taman sehingga suhu di dalam ruangan menjadi lebih sejuk dan sedikit banyaknya dapat mengurangi polusi udara. Bisa juga dijadikan sebagai lahan untuk menjemur pakaian. Kalau suka bercocok tanam, atap pun bisa dijadikan lahannya. Tidak ada halaman, atap pun jadi 😀 Terlepas dari semuanya, atap datar menghemat biaya perbaikan genteng yang pecah atau seng/asbes yang bolong. Jangan lupa, gunakan pipa PVC untuk mengalirkan air dari atap ke selokan yang telah disediakan.

Kenyamanan sebuah rumah memang ditentukan dari luas ruangan di dalamnya. Akan tetapi, meski rumah dibangun di atas lahan yang sempit kalau cerdas dalam menyiasatinya, kenyamanan akan tetap dirasakan. Semoga artikel ini bisa jadi inspirasi buat Anda yang punya lahan sempit untuk dibangun rumah tinggal 😀 Sekedar saran, sebaiknya konsultasikan dahulu semuanya pada kontraktor yang berpengalaman. Pengalaman serta pendidikan mereka bakal memberikan solusi terbaik untuk masalah ini 😀

Berikut tips dalam memilih kontraktor:

  • Sudah terkenal kualitas dari hasil pengerjannya
  • Punya tawaran biaya yang sesuai kantong
  • Berada di bawah naungan perusahaan terpercaya
  • Ada garansi beberapa hari setelah pengerjaan

By the way, ketika rumah telah jadi, tetap bijak dalam pembelian furniture. Jangan hanya mementingkan keinginan semata, pikirkan apaka cocok atau tidak ukurannya dengan ruangan. Jangan beli kursi, lemari, atau perabotan lainnya dengan ukuran jumbo karena akan membuat rumah jadi pengap.